Berbagai Keluarga Besar Yang Telah Mengesankan Dunia

Berbagai Keluarga Besar Yang Telah Mengesankan Dunia – Bagaimana rasanya mempunyai hampir 100 anak bagi Anda? Para orang dewasa secara biologis dibuat merasa tertarik pada wajah yang menggemaskan bayi dan pipi bulatnya, dan beberapa orang tidak ingin berhenti memiliki wajah menggemaskan itu. Anda pernah mendengar orang memiliki 3 anak, 5, atau mungkin 7, tetapi keluarga yang akan diperkenalkan kepada Anda jauh lebih besar daripada rata-rata. Berdasarkan dari salah satu sumber, maka ingin ditunjukkan kepada Anda beberapa keluarga terbesar yang terkenal karena ukuran dan ikatan mereka.

1. The Zionas

Berbagai Keluarga Besar Yang Telah Mengesankan Dunia

Ziona lahir di negara India dan menikahi istri pertamanya Zathiangi pada usia 17 tahun. Dia memiliki salah satu keluarga terbesar yang masih hidup, dengan 39 istri dan 94 anak. Dengan begitu banyak anggota keluarga, mereka dapat mengkonsumsi hingga 200 pon beras dan 130 pon kentang per hari. Anggota keluarga Ziona seluruhnya tinggal di gedung 100 kamar dan menghidupi diri mereka sendiri dengan hewan dan tanaman mereka sendiri. Dia juga pemimpin sekte Kristen India bernama Chana páwl dan percaya dia akan segera menguasai dunia.

2. The Bates

The Bates merupakan keluarga asal Amerika Injili dari Tennessee dengan 19 anak. Orang tua dari Gil dan Kelly Jo baru berusia 22 dan 21 tahun pada saat mereka memutuskan untuk menikah pada tahun 1987. Mereka tak pernah benar-benar menginginkan keluarga besar, tetapi setelah memiliki bayi pertama setahun kemudian, mereka terus melakukannya karena mereka suka menggendong bayi. Sejak itu, mereka telah berkembang sampai mereka memiliki bayi terakhir mereka pada tahun 2012. Mereka juga mempunyai 10 cucu dan mengharapkan untuk menyambut 4 lagi segera.

3. The Hanns

Keluarga dari Dundee ini mungkin yang terbesar di Skotlandia. Emma dan Roy memiliki 13 anak dengan rentang usia 2 hingga 25 tahun. Roy memiliki pekerjaan sebagai praktisi perawat, dan Emma, 49, adalah ibu rumah tangga yang mengatur kehidupan lebih dari 10 anaknya yang mengonsumsi sekitar 50 liter susu, 21 roti, dan 5 kotak besar sereal per minggu.

4. The Radfords

Berbagai Keluarga Besar Yang Telah Mengesankan Dunia

Noel dan Sue Radford sendiri bertemu pada saat mereka masih kecil dan tidak menunggu lama sebelum memulai sebuah keluarga. Dia baru saja berusia 14 tahun dan dia berusia 18 tahun ketika mereka menyambut anak pertama mereka, Christopher, ke dunia. Mereka merupakan keluarga yang terbesar di Inggris dengan 21 anak, dan satu lagi dalam perjalanan. Termasuk dalam 22 anak mereka yang sekarang ada seorang malaikat, Alfie, yang lahir mati. Mereka malahan mempunyai acara sendiri, 15 Kids and Counting.

Keluarga Radford tinggal di Morecambe, Inggris, di sebuah rumah besar yang dulunya adalah panti jompo dan orang tuanya memiliki dan menjalankan toko roti yang sukses bernama Radford’s Pie Company.

5. The Duggars

Jim dan Michelle bertemu pada tahun 1980 di Arkansas. Dia mengunjunginya sebagai anggota gereja Baptis setelah dia menyatakan niatnya untuk pindah agama, dan saat itulah kisah cinta mereka dimulai. 4 tahun kemudian, Jim, 19 dan Michelle, 17, menikah. Mereka mau untuk menunggu sebelum memiliki anak, jadi dia melahirkan bayi laki-laki pertamanya, Joshua, pada tahun 1988. Sampai hari ini mereka memiliki 19 anak, setengahnya bersekolah di rumah dan mereka juga kakek-nenek dari 17 cucu.

Mereka juga telah menarik perhatian media dan mengikuti jejak keluarga Radford dengan acara TV realitas mereka sendiri yang disebut 19 Kids and Counting.

6. The Bonells

Anggota keluarga ini terdiri dari Mama, Papa, dan 16 anak mereka, keluarga Bonell adalah salah satu keluarga terbesar di seluruh Australia. Jeni, yang kini berusia 50-an, awalnya tidak menginginkan anak, namun suaminya, Ray, punya rencana lain. Keluarga Bonell sekarang memiliki 16 anak dari usia 4 hingga 29 tahun, termasuk cucu, dan mereka dengan senang hati menghabiskan hari-hari mereka di Queensland. Jika Anda bertanya-tanya bagaimana mereka mengatur semuanya, dalam sebuah wawancara, Jeni mengungkapkan bahwa semua orang di keluarga terlibat dalam pekerjaan rumah dan berbelanja bahan makanan dilakukan secara massal.