16 Subsektor Ekonomi Kreatif, Penerbitan Kini Gencar Dikembangkan

16 Subsektor Ekonomi Kreatif, Penerbitan Kini Gencar Dikembangkan

  • January 18, 2021

Penerbitan menjadi salah satu dari 16 subsektor ekonomi kreatif yang saat ini sedang gencar dikembangkan. Pasalnya, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyatakan jika penerbitan akan menjadi faktor yang mendukung laju pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya penerbitan dan publikasi, masyarakat akan lebih banyak yang membaca dan tahu tentang ekonomi kreatif.

Subsektor ekonomi kreatif penerbitan juga harus melakukan upaya digitalisasi supaya lebih bisa menjangkau segmen yang luas. Dengan begitu, masyarakat akan lebih mengenal berbagai jenis produk kreatif. Namun, ada hal yang harus diperhatikan jika kebiasaan masyarakat Indonesia yang kurang menyukai membaca. Sehingga, perlu dicarikan solusi untuk permasalahan tersebut.

Mengenal Lebih Dalam Mengenai Penerbitan

Penerbitan merupakan kegiatan untuk mempublikasikan kepada khalayak umum. Tujuannya agar diketahui dan bisa dimengerti oleh orang lain. Dalam artian lebih sempit lagi, khususnya untuk bidang 16 subsektor ekonomi kreatif, penerbitan dimaksudkan agar produk yang bernilai ekonomi bisa diketahui oleh masyarakat.

Ada tiga macam penerbitan berdasarkan perkembangannya, antara lain adalah sebagai berikut:

1. Penerbitan Tradisional

Penerbitan tradisional mencakup kegiatan pemilihan, penyusunan, dan juga distribusi barang. Penerbitan tradisional contohnya seperti buku, surat kabar, brosur, majalah, dan lain sebagainya.

Untuk jenis penerbitan ini, penerbit bertanggung jawab penuh dalam memutuskan apakah suatu karya layak untuk diterbitkan.

2. Penerbitan Elektronik atau Digital

Penerbitan elektronik mulai berkembang selaras dengan perkembangan teknologi dan internet. Produk yang pada awalnya berbentuk fisik berubah menjadi bentuk digital. Penerbitan elektronik ini contohnya media sosial.

Pada waktu dilakukan pemasaran, jenis penerbitan elektronik ini membuka kesempatan luas munculnya interaksi langsung antara penerbit dengan konsumen. Jadi, penerbitan jenis ini semakin memberikan kemudahan, baik bagi pihak produsen maupun konsumen.

3. Penerbitan Mandiri atau Self-Publishing

Jenis penerbitan mandiri ini memberikan kesempatan kepada pengguna untuk mempublikasikan sebuah karya sendiri. Kemudahan yang ditawarkan oleh penerbitan ini adalah pengguna tidak perlu melakukan pengajuan kepada penerbit mayor. Sehingga, akan menjadikan efisien kegiatan produksi.

Pada saat ini, penerbitan yang paling banyak digunakan ialah penerbitan elektronik atau digital. Pasalnya, jenis penerbitan ini mudah untuk dilakukan dan bisa menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Sebab, seiring dengan dukungan teknologi yang semakin berkembang, masyarakat pun akan mudah mendapatkan informasi yang diterbitkan oleh penerbit.

Unsur-Unsur Penerbitan

Menilik lebih dalam apa itu definisi penerbitan terdapat beberapa poin yang dapat menjelaskan unsur dari penerbitan secara lebih mendalam, yaitu:

1. Konten Kreatif

Konten kreatif merupakan adalah informasi yang dikelola melalui proses kreativitas. Informasi dalam bentuk konten tersebut kemudian disebarluaskan ke masyarakat dengan tujuan tertentu.

2. Tingkat Keunikan

Tingkat unik termasuk sebuah hal yang diharuskan ada dalam suatu kegiatan penerbitan. Hal ini dimaksudkan untuk menarik perhatian masyarakat. Karena keunikan akan menunjukkan karya kreatif yang memiliki kekhususan atau keistimewaan, berbeda dari yang lain.

3. Diproduksi untuk Konsumsi Publik

Penerbitan memang bertujuan supaya karya kreatif tersebut langsung dapat dikonsumsi oleh publik. Sehingga, produk tersebut bisa memenuhi keperluan hidup masyarakat.

4. Media

Media merupakan sarana yang dapat menyalurkan informasi yang berasal dari sumber informasi kepada penerima informasi. Media ini bisa meliputi media langsung dan media online. Inilah ulasan singkat mengenai macam-macam media:

  • Media Cetak, yaitu media yang berbentuk lembaran kertas yang berisikan sejumlah kata, gambar, atau foto.
  • Media Digital, yaitu media yang tersusun atas data-data digital kemudian direpresentasikan dalam wujud kata-kata, gambar, video, maupun audio dalam bentuk digital
  • Media Daring, yaitu media digital yang dapat diakses secara bebas melalui Internet.

5. Nilai

Nilai merupakan manfaat yang diperoleh dari suatu publikasi. Nilai tersebut meliputi:

  • Nilai ekonomi, berupa nilai yang berhubungan dengan keuntungan secara finansial.
  • Nilai sosial, yaitu penghargaan yang diberikan masyarakat terhadap sesuatu yang dipandang baik, luhur, pantas, dan mempunyai daya guna.
  • Nilai seni dan budaya, yaitu nilai yang berkaitan dalam pembuatan konten kreatif dengan mengunggulkan estetika dan seni yang terdapat aspek kebudayaan di dalamnya.

Begitu pentingnya peran penerbitan dalam menyokong 16 subsektor ekonomi kreatif. Bisa dikatakan subsektor-subsektor tersebut tidak bisa lepas dari penerbitan. Dengan adanya penerbitan, roda subsektor ekonomi kreatif lainnya baru bisa berjalan.

admin

E-mail : cs1.iwebku@gmail.com

shares